PANDUAN QIYAM RAMADHAN DAN SHALAT TARAWIHQiyam Ramadhan dan sholat Tarawih adalah salah satu ibadah yang dianjurkan Rasulullah SAW, tetapi terkadang pelaksanaannya dapat mengganggu ukhuwah Islamiyah, karena terdapat perbedaan pada beberapa hal. Oleh karena itu kami membuat panduan ini agar umat Islam dapat memahami berbagai perbedaan tersebut dan tidak terjadi perselisihan yang dapat merusak Ukhuwah Islamiyyah.
Pemberlakuan Jamaah Shalat Tarawih Pada awalnya sholat tarawih dilaksanakan Nabi SAW. Dengan sebagian sahabat secara berjamaah di masjid Nabawi. Namun setelah berjalan tiga malam, Nabi SAW. Membiarkan para sahabat melakukan tarawih secara sendiri-sendiri. Hingga dikemudian hari, ketika Umar bin Khattab menyaksikan adanya fenomena sholat tarwih yang terpencar-pencar dalam masjid Nabawi, terbersit dalam hati Umar bin Khattab untuk menyatukannya sehingga terbentuklah sholat tarawih berjama'ahyang dipimpin Ubay binKaab. Jisah ini terekam dalam hadist muttafaq alaih riwayat A'isyah(al Lu'lu'wal marjan:436). Dari sini mayoritas ulama menetapkan bahwa sholat tarawih secara berjamaah hukumnya sunnah. (Lihat Syarah Muslim oleh Nawawi:6/39) . Wanita Melaksanakan Tarawih Pada dasarnya wanita lebih baik sholat dirumahnya, termasuk juga sholat tarawih. Namun jika tidak ke masjid dia tidak berkesempatan atau tidak melaksanakannya maka kepergiannya ke masjid untuk hal tersebut akan memperoleh kebaikan yang sangat banyak. Pelaksanaanya tetap memperhatikan etika wanita ketika diluar rumah. Jumlah Rakaat Tarawih Dalam riwayat Bukhari tidak menyebutkan beberapa rakaat Ubay binKaab melaksanakan tarawih. Demikian juga riwayat Aisyah yang menjelaskan tentang tiga malam Nabi SAW. mendirikan tarawih bersama para sahabattidak menyebutkan jumlah rakaatnya, sekalipun dalam riwayat Aisyah lainnya ditegaskan tidak adanya pembedaan oleh Nabi SAW. tentang jumlah rakaat shalat malam baik didalam maupun diluar ramadhan. Namun riwayat ini nampak pada konteks yang lebih umum yaitu sholat malam. Hal itu terlihat pada kecenderungan ulama dalam menetapkan riwayat ini pada bab sholat malam secara umum. Misalnya Imam Bukhari meletakkannya pada Bab Shalat Tahajud, Imam Malik pada bab Sholat Witir Nabi SAW.(Lihat Fathul Bari 4/250: Muwattha' dalam Tanwir Hawalaik:141) .Hal tersebut memunculkan perbedaan dalam jumlah rakaat Tarawihyang berkisar dari 11, 13, 21, 23, 36 bahkan 39 rakaat. Akar persoalan ini sesungguhnya kembali pada riwayat-riwayat sebagai berikut: a. Hadist Aisyah : :Nabi tidak pernah melakukan sholat malam lebih dari 11 rakaat baik dibulan ramadhan maupun diluar ramadhan" (Al Fath:Ibid). b. Imam Malik dalam Muwattha'nya meriwayatkan bahwa Umar bin Khattab menyuruh Ubay bin Kaab dan Tamim ad Dari untuk melaksanakan sholat tarawih 11 rakaat dengan rakaat-rakaat yang sangat panjang. Namun dalam riwayat Yazid bin arRumman bahwa jumlah rakaat yang didirikan dimasa Umar bin Khattab23 rakaat (Al Muwattha' dalam Tanwirul Hawalaik:138) . c. Imam at Tirmidzi menyatakan bahwa Umar dan Ali serta sahabat lainnya menjalankan sholat tarawih sejumlah 20 rakaat (selain witir). Pendapat ini didukung oleh atsTsauri, Ibnu Mubarak dan asy Syafi'ie(Lihat Fiqih Sunnah : 1/195). d. Bahkan dimasa Umar bin Abdul Aziz kaum muslimin sholat tarawih hingga 36 rakaat ditambah witir tiga rakaat. Hal ini dikomentari Imam Malik bahwa masalah ini sudah lama menurutnya (al Fath:Ibid0 e. Imam asy Syafi'I dari riwayat az Za'farani mengatakan bahkan ia sempat menyaksikan umat Islam melaksanakan sholat tarawih di Madinah dengan rakaat , dan di Makkah 33 rakaat, dan menurutnya hal tersebut memang memiliki kelonggaran (al Fath:Ibid). Dari riwayat diatas jelas akar permasalahan dalam jumlah rakaat tarawih bukanlah persoalan jumlah melainkan kualitas rakaat yang hendak didirikan. Ibnu Hajar berpendapat, :"Bahwa perbedaan yang terjadi dalam jumlah rakaat tarawih muncul dikarenakan panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan. Jika dalam mendirikan dengan rakaat-rakaat yang panjang maka berakibat pada sedikitnya jumlah rakaat dan demikian sebaliknya." Hal senada juga diungkapkan oleh Imam Asy Syafi'I, " Jika shalatnya panjang dan jumlah rakaatnya sedikit itu baik menurutku. Dan jika shalatnya pendek, jumlah rakaatnya banyak itu juga baik menurutku, sekalipun aku lebih senang pada yang pertama." Selanjutnya beliau juga mengatakan bahwa orang yang menjalankan tarawih 8 rakaat dengan witir 3 rakaat dia telah mencontoh Nabi SAW, sedangkan yang menjalankan tarawih dengan 23 mereka telah mencontoh Umar , generasi sahabat dan tabi'in. bahkan menurut Imam Malik hal itu telah barjalan lebih dari ratusan tahun. Hal yang sama juga diungkap oleh Imam Ahmad bahwa tidak ada pembatasan yang signifikan dalam jumlah rakaat tarawih melainkan tergantung panjang dan pendeknya rakaat yang didirikan (Lihat Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 4/250 dst). Imam az Zarqani mencoba menetralisir persoalan ini dengan menukil pendapat Ibnu Hibban bahwa tarawih pada mulanya 11 rakaat dengan rakaat yang sangat panjang, namun bergeser menjadi 20 rakaat (tanpa witir) setelah melihat adanya fenomena keberatan umat Islam dalam mendirikannya. Bahkan hingga bergeser menjadi 6 (tanpa witir) dengan alasan yang sama (Lihat Hasyiyah Fiqh Sunnah: 1/195). Dengan demikian tidak ada alasan yang mendasar untuk saling berselisih karena persoalan jumlah rakaat sholat tarawih, apalagi menjadi sebab perppecahan umat yang bersatunya adalah sesuatu yang wajib. Jika kita perhatikan dengan cermat maka yang menjadi konsensus dalam shalat tarawih adalah kualitas dalam menjalankannya dan bagaimana sholat tersebut benar-benar menjadi media komunikasi antara hamba dengan Rab-nya lahir dan batin sehingga berimplikasi dalam kehidupan berupa ketenangan dan merasa selalu bersama Nya dimana pun berada. Cara Melaksanakan Sholat Tarawih Dalam hadist Bukhari riwayat Aisyah menjelaskan bahwa cara Nabi SAW dalam menjalankan sholat malam adalah dengan melakukan tiga kali salam, masing-masing terdiri dari 4 rakaat yangsangat panjang ditambah 4 rakaat yang panjang pula ditambah 3 rakaat sebagai penutup(lihat Fathul Bari:Ibid). Bentuk lain yang mendapatkan penegasan secara qauli dan fi'li juga menunjukkan bahwa sholat malam dapat pula dilakukan dua rokaat-dua rakaat dan ditutup satu rakaat. Ibnu Umar menceritakan bahwa seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW. mendirikan sholat malam, beliau menjawab: "sholat malam didirikan dua rakaat-dua rakaat, jika ia khawatir akan tibanya waktu shubuh maka hendaknya menutup dengan satu rakaat.(Muttafaq alaih al-Lu'lu wal marjan:432). ". Hal ini ditegaskan fi'liyah(perbuatan) Nabi SAW. dalam Hadits Muslim dan Malik ra(Lihat Syarh shahih Muslim 6/46-47, Muwattha' dalam Tanwir: 143-144). Dari sini Ibnu hajar menegaskan bahwa Nabi SAW terkadang melakukan witir / menutup sholatnya dengan satu rakaat dan terkadang menutupnya dengan tiga rakaat. Demikianlah penjelasan seputar sholat tarawih dalam perspektif Islam semoga bermanfaat.. 200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - dan MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! |
Jumat, 21 Agustus 2009
Fw: Panduan shalat tarawih
Rabu, 19 Agustus 2009
Fw: GABRIEL GARCIS MARQUEZ - 13 Phrases for Living !!!
200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - dan MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! --- On Mon, 6/15/09, B.DORPI P. <bdorpi@indopetroleum.com> wrote:
|
Sabtu, 15 Agustus 2009
Fw: André Rieu - Funiculi Funicula
André Rieu - Funiculi Funicula silakan klik dibawah 200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - dan MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! |
Senin, 10 Agustus 2009
Fw: Sinyal tubuh
Jangan Abaikan Sinyal Tubuh Anda pasti pernah mengalami kedutan, cegukan atau kuping berdenging. Sayangnya, sebagian besar dari Anda seringkali mengabaikan tanda-tanda tubuh tersebut. Padahal menurut dr. Karen Wolfe, penulis buku Create The Body Your Soul Desires, mengatakan bahwa tubuh yang mengalami kedutan atau cegukan bisa menjadi pertanda bahwa tubuh Anda sedang mengalami gangguan ringan. Namun meskipun gangguan tersebut tergolong ringan, tidak berarti Anda harus mengabaikannya. Sebab, dengan memahami 'sinyal' yang diberikan oleh tubuh diharapkan Anda dapat lebih peduli pada tubuh sehingga tubuh menjadi lebih sehat. Kedutan pada kelopak mata Gerakan tak sadar yang diberikan oleh bagian tubuh Anda ini menandakan bahwa tubuh Anda kurang beristirahat dan tidur. Bahka para ahli kesehatan sepakat, 99% kekejangan pada mata disebabkan karena tubuh Anda didera stres dan lelah yang amat sangat. Tak ada cara lain yang bisa Anda lakukan untuk menghentikan kedutan pada mata ini selain membiarkan tubuh dan mata Anda untuk beristirahat. Mengkompres mata Anda dengan air hangat untuk beberapa saat juga sangat membantu. Menguap terus Menguap tidak selalu berarti mengantuk. Menguap, juga merupakan sinyal dari alam bawah sadar Anda bahwa tubuh Anda kurang bergerak. Misalnya, Anda terlalu serius bekerja sehingga menghabiskan lebih dari lima jam duduk di depan komputer. Terlalu banyak menguap bisa juga berarti bahwa oksigen di dalam otak Anda sedang menurun jumlahnya. Hati-hati, kondisi ini bisa menurunkan tingkat kewaspadaan serta kosentrasi Anda terhadap pekerjaan dan lingkungan di sekitar Anda. Cegukan Anda cegukan padahal Anda tidak sedang makan apapun. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa tubuh Anda sedang mengalami stres. Hal ini karena cegukan melepaskan hormon stres ke dalam aliran darah, kemudian merangsang serat saraf secara berlebihan. Akibatnya, terjadi kontraksi otot tak sadar yang terletak di dekat pita suara sehingga menimbulkan bunyi. Cara termudah untuk meredakan cegukan Anda adalah dengan cara menelan sedikit gula pasir. Butiran gula pasir akan menstimulir ujung saraf di balik kerongkongan sehingga menghambat impuls saraf lainnya, sehingga cegukan pun reda. Kaki kram Apakah Anda sering mengalami kaki kram secara intens setiap malam? Kram kaki merupakan sinyal tubuh yang mengisyaratkan bahwa tubuh Anda sedang mengalami dehidrasi, kekurangan kalsium dan magnesium. Untuk mengatasinya adalah minumlah air putih lebih banyak dari biasanya. Susu kalsium juga sangat disarankan. Sumber: dari berbagai tulisan 200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - dan MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! |
Fw: Goenawan Mohamad - Rendra, (1935-..)
Senin, 10 Agustus 2009Rendra, (1935-….)
SAYA tak bisa mengerti bagaimana Rendra "pergi selama-lamanya", kecuali bahwa jasad itu dimakamkan, 7 Agustus 2009, dalam umur hampir 74. Rendra tak pernah mati: ia telah memberi kita puisi.
Lalu terdengarlah suara Sajak seperti ini ditulis sekitar setengah abad yang lalu. Tapi deskripsinya yang bersahaja dan terang tetap menyembunyikan sesuatu yang seakan-akan baru terungkap secara mendadak buat pertama kalinya hari ini. Rendra menghadirkan yang tak terhingga. "Tujuh pasang mata peri/terpejam di pohonan". Imaji seperti itu terus-menerus tak bisa dibekukan oleh tafsir. Puisi tentu saja bisa beku, juga puisi Rendra. Ini terjadi ketika apa yang tumbuh dan hidup dari dalamnya—yaitu yang fantastis, yang ganjil, yang misterius—ditiadakan. Ini yang terjadi ketika puisi diambil alih perannya oleh ajaran, dengan niat bisa berguna secara efektif. Dan zaman bisa membutuhkan itu: karena keadaan, kita dengan brutal menuntut puisi untuk mati suri. Saya tak ingin Rendra, yang sebagai penyair rela mengorbankan banyak hal—termasuk apa yang terbaik dari dirinya—harus dikorbankan berkali-kali. Sebab itu, ketika kini Rendra hanya diingat sebagai suara kritik dan kearifan sosial yang menggugah, saya ingin mengenangnya lebih dari sekadar itu.
Di sekolah menengah pertama sekitar tahun 1955, saya terpesona membaca sajak Litani Domba Yang Kudus di majalah Kisah. Sajak Rendra ini melantunkan pengulangan yang berbunyi seperti dalam doa, tapi juga seperti permainan anak-anak yang tangkas, dengan imaji yang datang dari khazanah yang terasa akrab—yang datang dari latar agama Katolik yang membesarkan sang penyair. Seperti sebuah sajak lain dari masa ini, yang ditulisnya sekitar hari sakramen pernikahannya dengan Sunarti Suwandi:
Di gereja St Josef Suara itu sungguh berbeda dari corak umum puisi tahun 1950-an lain. Puisi Rendra adalah sebuah kecenderungan naratif yang unik, lincah, cerah, dan acap kali amat manis. Seorang kritikus, Subagio Sastrowardojo, menunjukkan bahwa dalam sajak-sajak Rendra terdapat pengaruh kuat puisi penyair Spanyol Federico Garcia Lorca, yang di Indonesia waktu itu diperkenalkan dengan bagus oleh Ramadhan K.H. Tapi orang juga bisa mengatakan, dalam puisi Rendra masa itu bergema lagu dolanan anak-anak Jawa. Bagi saya itu menunjukkan, tak seperti Chairil Anwar dan Rivai Apin yang berseru memilih laut dan meninggalkan daratan, Rendra—seperti Lorca, seperti dolanan anak-anak dusun—lebih akrab dengan lanskap yang terdiri dari bukit, jalanan, rumpun, daun, dan burung-burung. Dalam buku Empat Kumpulan Sajak, ada kutipan sepucuk suratnya kepada sahabatnya, D.S. Moeljanto, bertahun 1955, yang menyatakan bahwa ia ingin "tetap bergantung pada daun-daun, dan air sungai" Bagi Chairil, Rivai, dan Asrul Sani—mungkin karena mereka datang dari lingkungan yang terbentuk oleh adat merantau—laut adalah kemerdekaan, dengan risiko menghadapi malapetaka dan kesendirian. "Apa di sini," kata Rivai Apin memaki tanah asal dalam salah satu sajaknya, "batu semua!" Puisi Rendra, sebaliknya, tak merayakan laut, tak menggambarkan diri sebagai kelasi yang hanya singgah di bandar asing dengan perempuan yang cukup dipeluk untuk beberapa saat. Pada 1953, dalam sebuah pidato tentang Chairil Anwar di hadapan "sastrawan-sastrawan muda Surakarta", ia mengecam para seniman yang meniru-niru "jalang"-nya Chairil Anwar. Para pembuntut macam itu, kata Rendra, hanya "menjalang dengan otak babinya". Rendra tak terbatas mengkritik para epigon Chairil Anwar. Terhadap sikap Chairil sendiri ia menarik garis. "Konsekuensi dari ajakan melepas nafsu Chairil dalam sajaknya Kepada Kawan," demikian kata Rendra, "adalah penghapusan undang-undang, yang berarti lebih dahsyat dari bom atom."
Pandangan itu kemudian berubah; kita memang tak bisa berbicara tentang satu Rendra. Ia kemudian mempesona kita ketika ia berbicara tentang peran soal "orang urakan": orang-orang yang, seperti Ken Arok dalam sejarah, berada di luar ketertiban hukum, bahkan merupakan antitesis dari ketertiban sebagai ideologi yang berkuasa, dan dengan posisi itu, para "urakan" justru berperan untuk pembaharuan, transformasi sosial, dan pembebasan. Pada akhirnya, posisi "urakan" bagi Rendra lebih penting dan lebih menarik ketimbang posisi pembela ketertiban. Meskipun ia tak pernah memaki tanah asal sebagai "batu semua!" sebagaimana Rivai Apin, ia tak pernah tergerak untuk mensakralkan tempat tinggal, rumah, dan negeri asal. Hubungannya dengan tradisi, dalam hal ini tradisi Jawa, tak akrab. Baginya kebudayaan Jawa adalah sebuah "kebudayaan kasur tua": sebuah tempat mandek yang hanya enak buat tidur nyenyak. Tapi ia melihat tradisi dan masa lalu tak satu. Masa lalu yang dikecamnya adalah "kebudayaan Jawa baru, yang kira-kira dimulai abad ke-18 atau akhir abad ke-17". Ada masa lalu lain, yang menurut Rendra dilupakan orang Jawa sendiri. Dalam "tembang-tembang kuno," katanya, "ada ajaran yang mengajak kita untuk mandiri, untuk berdiri sendiri, untuk mengada." Rendra tak menyebut dengan jelas "tembang kuno" mana yang mengajarkan demikian. Ia hanya menyebut kisah Dewa Ruci, kisah tentang Bhima yang mencari dan kemudian menemukan "dirinya sendiri". Agaknya yang jadi soal bukanlah tradisi itu sendiri, tapi kemandekan yang mencekik individu. Dalam kebudayaan tradisional yang ada, kata Rendra, "individu belum diketemukan". Pada 1967 ia pergi ke Amerika Serikat, dan hidup di Kota New York. Dari sana datang beberapa puisinya yang matang dan memukau, yang terkumpul dalam Blues Untuk Bonnie. Dalam sepucuk surat yang ditulisnya dari sana, bertanggal 29 Mei 1967, ia mengatakan, "Perubahan terjadi di dalam saya…. Adapun yang paling memberikan kesan pada kesadaran saya dewasa ini ialah ilmu pengetahuan. Saya merasakan ini sebagai imbangan yang sehat untuk kesadaran mistik dan seni yang ada dalam diri saya". Dari sini ia berbicara untuk melaksanakan "firman modernisasi". Ia bersuara tentang agar orang Indonesia "melawan alam". Ini ditandaskannya kembali ketika ia, bersama awak Bengkel Teater Yogya memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 1969. Ia berpidato dengan teks yang ditulis tangan. Ia berbicara bagaimana di Barat kehidupan diatur oleh mesin bikinan manusia, dan bagaimana di Indonesia individu bagaikan sekrup dan gotri yang ditentukan perannya oleh semacam mesin lain, yakni alam. Individu tak bisa merdeka, katanya, karena seluruh hidupnya hanya merupakan onderdil yang sudah ditetapkan status dan tugasnya dalam tradisi. Panggilan zaman yang sekarang adalah melawannya, kata Rendra. Di sini ada gema yang kembali dari pemikiran yang dibawakan para sastrawan pada 1930-an, terutama oleh S. Takdir Alisjahbana. Suara itu kemudian dilanjutkan Soedjatmoko ketika menulis pengantar buat majalah Konfrontasi pada 1955: ia menjelaskan kenapa harus ada "konfrontasi" dengan "faktor-faktor kebudayaan" yang tidak mendukung pembangunan bangsa. Rendra meneruskan "firman modernisasi" itu. Tapi dunia modern, sebagaimana dicemaskan Sanusi Pane, seorang penganut Theosofi yang memuja masa lalu India, punya sisi gelap. Tak ada yang baru di sini: Max Weber meramalkan bahwa "akal instrumental" yang memacu dunia modern pada akhirnya akan membawa manusia ke dalam "kerangkeng besi". Mazhab Frankfurt melihat "Pencerahan" yang membawa "firman modernisasi" pada akhirnya melahirkan penindasan. Sanusi Pane memandang sisi gelap itu seraya memegang gambaran tentang "Timur" dalam idealisasi kaum Orientalis. Akhirnya, sebagai kelanjutan sikap "anti-Barat", penyair Madah Kelana itu memuja semangat Jepang yang fasistis. Berbeda dari Sanusi, kaum intelijensia Indonesia yang hidup dalam dasawarsa 1970 dan 1980 punya acuan lain. Inilah masa ketika Soedjatmoko, yang agaknya terpengaruh oleh Schumacher, dan Schumacher yang terpengaruh oleh Buddhisme, berbicara tentang perlunya "teknologi madya". Ini juga masa ketika Arief Budiman mengedepankan "teori dependenzia" yang mengecam "ketergantungan" Dunia Ketiga kepada modal. Ini juga masa ketika Rendra mementaskan Mastodon dan Burung Kondor serta Perjuangan Suku Naga, yang mengkritik "pembangunanisme" kekuasaan "Orde Baru". Tampak ada perubahan yang tajam dari seruan "modernisasi" dan "melawan alam" yang ditulisnya pada akhir 1960-an. Saya tak tahu, adakah perubahan itu mendasar sifatnya dan akan menetap. Dunia sedang bergeser lagi. Semangat "teknologi madya" yang merupakan "Gandhisme baru" tampaknya tak bergema lagi, mungkin karena dari ide itu tak ada jawaban bagaimana negeri-negeri miskin akan bertahan menghadapi negeri yang memakai teknologi tinggi. Teori "dependenzia" sudah ditinggalkan para teoretikusnya sendiri di Amerika Latin. Pembangunan sosialis model RRC zaman Mao digantikan pembangunan ala borjuis dengan gegap-gempita dan mencengangkan dunia. Rendra belum menjawab pergeseran besar ini. Tapi ia telah memberi kita sebuah kearifan yang boleh dibilang inti dari "firman modernisasi" yang sering dilupakan. Kearifan itu tersirat dari kata-katanya: "Kreativitas saya adalah kreativitas orang yang bertanya pada kehidupan."
Puisi bukanlah sebuah pertanyaan, tapi puisi tak ingin menjebak kita dengan jawaban. Seorang penyair akan merasakan gundah ketika orang ramai menuntutnya jadi pemberi fatwa. Rendra—di pentas selalu karismatis, suaranya memukau—akan dengan gampang berada dalam status itu: seorang penyair yang jadi intelektual publik karena keadaan yang tertekan memaksanya demikian, dan seorang intelektual publik yang kata-katanya berubah jadi khotbah karena orang ramai—dengan dorongan tersendiri— mendesaknya. Saya kira ada kegundahan itu dalam Khotbah, salah satu sajak yang akan kekal dalam sejarah kesusastraan mana pun.
Fantastis. Tapi orang-orang tak beranjak. Mereka tetap berdesak-desakan. Mata mereka menatap bertanya-tanya. Mereka ingin benar mendengar. Mereka pun berdesah, barbareng, dengan suara aneh. Padri itu menyaksikan semua itu dengan cemas:
"Lihatlah aku masih muda. Tapi orang banyak itu tak membiarkannya. Mereka tak mau bubar. Mereka akhirnya mendesak, dan dalam sebuah orgi yang buas dan bernafsu, memperkosa sang padri, mencincang dagingnya, memakannya, dalam suara gemuruh, "cha-cha-cha, cha-cha-cha…" Fantastis. Jakarta, 8 Agustus 2009 Goenawan Mohamad MAU BISNIS FRANCHISING SYARIAH KELAS UKM ? INVESTASI CUMA 200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! |
Re: Would you pay for your news?
Would you pay for your news?News Corp, which owns the Times and Sun newspapers in the UK, is to start charging online customers for news content across all its websites. How much would you pay to read news online? Published: Thursday, 6 August, 2009, 09:43 GMT 10:43 UK MAU BISNIS FRANCHISING SYARIAH KELAS UKM ? INVESTASI CUMA 200 rb.Rp - SILAKAN KLIK DISINI. UNTUK LOGIN KETIK = DBS2146698, PW=baratajaya , INSYAALLAH HALAL- MUDAH - MURAH, http://www.duta4future. com/ 1--BISNIS 5 MILYAR Rp, MODAL 180 rb Rp KLIK DISINI 2--MAU BACA BLOG YANG SERIUS ? KLIK DISINI 3--MAU TOOLBAR KETAWA KETIWI ? KEREN BOO ! KLIK DISNI 4--MAU PUNYA PASIVE INCOME ?? MODAL CUMA 280 rb Rp SAJA 5--KETAWA KETIWI YUU KLIK DISINI Raih Asset 1 Milyar dalam 1 bulan klik disini !!!! |

